Minggu, 09 Januari 2011

Applikasi linux vs windows

Kalau kita jeli sebenarnya banyak sekali software di Linux yang kualitasnya bagus dan bisa dipakai untuk mendukung pekerjaan kita.
Namun demikian karena sedemikian mudahnya dalam memperoleh sofware ilegal (bajakan) di negeri ini membuat orang jadi manja dan tidak mau mempelajari software lain yang kualitasnya setara dan bahkan bisa diperoleh secara gratis.
Disamping itu kurangnya pengetahuan tentang sistem operasi Linux juga menimbulkan berbagai keraguan di kalangan pengguna, terutama pada saat akan melakukan migrasi sistem.
Pertanyaan yang seringkali muncul yaitu apakah ada software di Linux yang kualitasnya setara dengan software (bajakan) yang selama ini dipakai di Windows.
Nah, agar tidak bingung dan ragu lagi, berikut ini saya postingkan daftar berbagai software di Linux dan padanannya di Windows. Data ini saya kutip dari situs The Linux Alternative Project.
Semoga bermanfaat.

sumber :http://linux.or.id   Wahyu Wibowo
tanggal 09 januari 2011

info

Halo para blogger linux ..
BAIK Bahasa Komputer Indonesia udah diupgrade ke versi 4.
Interpreter BAIK sekarang mampu untuk :
- pemrograman berorientasi Objek
- memuat kode dari file luar
- menggambar pada halaman web dengan kombinasi teknologi AJAX
Tentu saja fitur2 lain spt mengakses mysql juga bisa.
BAIK bisa didownload dari web site Source Forge:
http://sourceforge. net/projects/ baik
Bagi yg berminat silahkan gabung ke Facebook
http://www.facebook .com/
Nama Group : BAIK Bahasa Komputer Indonesia
Semoga bisa saling tukar info and masukan bermanfaat.
Selamat mencoba.
Thanks,
Haris
# ######
# contoh
# ######
# #########################################################
# Pendefinisian Objek
# #########################################################
DefinisiBenda MyBenda [
param1
param2=100
param3=2.3
param4
param5 = param2
lokal param6 = "nama saya haris"
fungsi MyBenda(y) {
tulis "DALAM OBJECT: ",y,"\n"
tulis "DALAM OBJECT: param2 : ", param2,"\n"
}
fungsi getResult(a, b) {
balik param2
}
]
# #########################################################
# Program Utama
# #########################################################
Tulis "Tes Object Oriented Program dengan perintah BENDA\n"
x = "Ini dari Main Program"
Benda obj
obj = BendaBaru MyBenda
obj->awalan(x)
obj->param1= 20
obj->param3 = 6.5
tulis "\n Benda obj\n"
tulis " obj = MyBenda\n"
tulis " obj->param1 = 20\n"
tulis " obj->param3 = 6.5\n\n"
tulis "get obj param1 : ", obj->param1, "\n"
tulis "get obj param2 : ", obj->param2, "\n"
tulis "\n"
tulis "Tes operasi pada objek\n"
a = 7
b = a + obj->param1
tulis "a : ", a, "\n"
tulis "b = a + obj->param1 = ", b, "\n"
TAMAT
# ===========================

sumber :http://linux.or.id/node/3179
tanggal 09 januri 2011

kegunaan linux

Bismillah,
Kebetulan kan habis daftar telkomsel flash unlimited. Kenapa flash? Karena saya sudah pernah coba flash punya teman dan cocok dengan topografi daerah saya. Speednya udah saya bandingin juga dengan Internet kantor saya yang menggunakan wifi ke ISP lokalan, lagi2 flash lebih unggul. Akhirnya pengen juga punya flash sendiri.
Untuk modem saya masih percaya sama Sierra 881U, kebetulan stok kosong waktu itu dan yg ada cuma 885, akhirnya beli yang 885 aj. OK siap deh dikawinkan antara simcard dengan modem. Test di windows dulu. Duh ternyata banyak masalah. Walau driver terpasang dengan baik modem kadang tidak bisa didetek. Jadi untuk sinkronisasi modem ke PC sering bermasalah. Apa ngk jengkel bolak balik tancap modem ke slot USB cuman untuk detek. Bahkan ketika install di PC kantor ngk bisa kedetek walau udah direinstall sebanyak dua kali. Ini masalah OSnya apa masalah Hardware dan software modemnya? Tanya kenapa.
Ketika dah bisa connect saya share pake ICS, ngk masalah, bisa share internet ke jaringan. Masalahnya ketika mo pulang kan di unplug tu modem. Nah ketika tancap lagi lain waktu sering muncul masalah “device not detect”.
Gmana dengan Linux, googling dulu. Ternyata hasilnya Jaunty Jackalope udah support modem ini. Kebetulan di antara OS yang ada di PC 9.04 juga sudah terinstall selain 8.04 dan 8.10. Dan memang bener, saya bisa internetan dengan Modem Sierra 885 di Ubuntu 9.04 dengan operator Telkomsel Flash. Senang deh rasanya krn ngk capek2 cari driver dan settingnya. Karena udah bisa online tinggal mikirin sharingnya saja lagi ke jaringan.
Beberapa skenario terjadi dalam hal ini.
Pertama bagaimana Modem GSM dan Telkomsel Flash bisa jalan di Linux.
Kedua bagaimana sharing internet dari PC Linux ke LAN.
Ketiga bagaimana setting PC client di jaringan.
Alat dan Bahan :
1.Sim card Telkomsel Flash unlimited Basic.
2.Modem GSM Sierra 885 USB
3.PC dengan OS Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope
4.Local Area Network 192.168.0.0/24
Modem GSM & Telkomsel Flash bisa jalan di Ubuntu 9.04
Modem sierra 885 udah terdetek dengan baik di ubuntu 9.04 termasuk profile dari beberapa operator seluler di Indonesia. Hebat kan? Kerja kita jadi lebih mudah kali ini. Bravo Ubuntu. Jadi ngk perlu cari2 driver lagi dan setting operator sellulernya.
Colok kan modem ke port USB dan tunggu kotak dialog terbuka. Anda bisa pilih negara dan operator selular yg sesuai dengan SIM CARD yang anda gunakan. Ketika step ini selesai maka di panel atas bagian network (itu lho yg letaknya dekat tanggal dan jam) akan bertambah satu buah koneksi lagi : Mobile Broadband > Telkomsel. Klik radio button untuk mengaktifkan koneksi internet via modem GSM. Nah sekarang udah bisa internetan, tinggal bagaimana caranya bisa di share ke jaringan.
Sharing Internet
Mungkin yang terbiasa sharing dengan ICS di windows akan bingung ketika di linux. Untuk di Linux, maka PC ini akan bertindak sebagai router/Gateway. Nah cara yang digunakan yaitu mengaktifkan NAT (Network Address Translation) dan IP Forwarding. Cara ini sangat umum dan familiar dalam pembuatan PC router di Linux. Syntax Commandnya adalah sebagai berikut, ketik :
iptables -t nat -A POSTROUTING -o ppp0 -j MASQUERADE
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Rule tersebut akan hilang ketika komputer direboot. Untuk menyimpan setting tersebut masukan command tadi ke dalam file : /etc/rc.local. Ketik :
$ sudo nano /etc/rc.local
#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.
iptables -t nat -A POSTROUTING -o ppp0 -j MASQUERADE
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
exit 0
Simpan perubahan dengan menekan ctrl + X lalu tekan Y. Step routing selesai.
Buat DHCP Server untuk setting automatic di client.
Setting IP static untuk NIC eth0
Nah supaya client ngk perlu setting IP dan DNS masing2 maka perlu diaktifkan service DHCP Server.. Tentunya PC gatewaynya harus memiliki sebuah NIC dengan IP Statis. Buka terminal ketik :
$ sudo nano /etc/network/interfaces
(Perhatikan isi filenya, buat kurang lebih seperti ini dengan asumsi network saya adalah 192.168.0.0/24 dan NIC yg akan disetting IP nya adalah eth0 dengan IP statis 192.168.0.3).
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.3
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
Simpan perubahan dengan menekan control X lalu tekan Y.
Restart kartu jaringan anda (NIC) ketik :
$sudo /etc/init.d/networking restart
periksa IP yang terpasang ketik :
$ ifconfig
Hasil dari system saya seperti di bawah ini :
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:21:97:94:7e:cc
inet addr:192.168.0.3 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::221:97ff:fe94:7ecc/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:1597 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1803 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:236661 (236.6 KB) TX bytes:1830518 (1.8 MB)
Interrupt:23 Base address:0xc800
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:236 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:236 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:24024 (24.0 KB) TX bytes:24024 (24.0 KB)
ppp0 Link encap:Point-to-Point Protocol
inet addr:114.120.54.222 P-t-P:10.64.64.64 Mask:255.255.255.255
UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:77933 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:79147 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:3
RX bytes:65153968 (65.1 MB) TX bytes:30039293 (30.0 MB)
Perhatikan IP eth0 sudah terseting 192.168.0.3 dan perhatikan juga IP modem GSM pada device ppp0 114.120.54.222.
Kenapa saya pilih IP 192.168.0.3 ? Alasannya supaya ngk bentrok sama IP PC jendela yang bertindak sebagai ICS (Internet Connection Sharing). Nah IP ICS ini selalu 192.168.0.1. Inilah alasannya saya tidak menggunakan IP 192.168.0.1 di jaringan saya sebagai gerbang. Step selanjutnya adalah :
INSTALL PAKET DHCP SERVER
Tentunya system saya harus tersambung ke Internet, dalam hal ini menggunakan modem GSM dan operator seluler Telkomsel. Masih dalam modus terminal ketik :
$ sudo apt-get install dhcp3-server
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following extra packages will be installed:
dhcp3-client dhcp3-common libcap1
Suggested packages:
resolvconf dhcp3-server-ldap
The following NEW packages will be installed:
dhcp3-server libcap1
The following packages will be upgraded:
dhcp3-client dhcp3-common
2 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 72 not upgraded.
Need to get 1003kB of archives.
After this operation, 975kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? y
Get:1 http://id.archive.ubuntu.com jaunty/main libcap1 1:1.10-14build1 [9780B]
Get:2 http://security.ubuntu.com jaunty-security/main dhcp3-client 3.1.1-5ubuntu8.1 [270kB]
Get:3 http://security.ubuntu.com jaunty-security/main dhcp3-common 3.1.1-5ubuntu8.1 [331kB]
Get:4 http://security.ubuntu.com jaunty-security/main dhcp3-server 3.1.1-5ubuntu8.1 [392kB]
Fetched 1003kB in 3min 24s (4908B/s)
Preconfiguring packages ...
(Reading database ... 136596 files and directories currently installed.)
Preparing to replace dhcp3-client 3.1.1-5ubuntu8 (using .../dhcp3-client_3.1.1-5ubuntu8.1_amd64.deb) ...
Unpacking replacement dhcp3-client ...
Preparing to replace dhcp3-common 3.1.1-5ubuntu8 (using .../dhcp3-common_3.1.1-5ubuntu8.1_amd64.deb) ...
Unpacking replacement dhcp3-common ...
Selecting previously deselected package libcap1.
Unpacking libcap1 (from .../libcap1_1%3a1.10-14build1_amd64.deb) ...
Selecting previously deselected package dhcp3-server.
Unpacking dhcp3-server (from .../dhcp3-server_3.1.1-5ubuntu8.1_amd64.deb) ...
Processing triggers for man-db ...
Setting up dhcp3-common (3.1.1-5ubuntu8.1) ...
Setting up dhcp3-client (3.1.1-5ubuntu8.1) ...
* Reloading AppArmor profiles ... [ OK ]
Setting up libcap1 (1:1.10-14build1) ...
Setting up dhcp3-server (3.1.1-5ubuntu8.1) ...
Generating /etc/default/dhcp3-server...
* Reloading AppArmor profiles ... [ OK ]
Starting DHCP server dhcpd3 [fail]
* check syslog for diagnostics.
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action "start" failed.
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
Nah perhatikan, saat service DHCP distart hasilnya [fail]. Trus disuruh check syslog. Lakukan saja, ketik :
$ tail /var/log/syslog
hasil system saya seperti ini :
smkti@smkti-desktop:/var/log$ tail syslog
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: Wrote 0 leases to leases file.
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd:
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: No subnet declaration for eth0 (192.168.0.3).
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: ** Ignoring requests on eth0. If this is not what
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: you want, please write a subnet declaration
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: in your dhcpd.conf file for the network segment
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: to which interface eth0 is attached. **
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd:
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd:
Aug 14 20:34:14 smkti-desktop dhcpd: Not configured to listen on any interfaces!
OK ya, jelas masalahnya ada di subnet declaration for eth0. Please write a subnet declaration in your dhcpd.conf.
Mulai kita repair file /etc/dhcp3/dhcpd.conf ketik :
$ sudo nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Isi filenya banyak, lengkap dengan contoh macam2 konfigurasi mulai dari yg simple (very basic subnet declaration). Nah saya memilih menambahkan deklarasi di baris paling bawah, saya tambahkan pernyataan di bawah ini :
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.10 192.168.0.20;
option routers 192.168.0.3;
}
option domain-name-servers 202.152.0.2, 202.155.14.251;
arti deklarasi saya itu sbb :
network saya 192.168.0.0/24 (subnet 255.255.255.0).
range IP yang saya bagikan dari 192.168.0.10 smp dengan 192.168.0.20 , hanya sebelas IP.
IP default gateway client saya 192.168.0.3
DNS yang saya gunakan milik Telkomsel Flash adalah 202.152.0.2 dan 202.155.14.251, saya dapat dari klik kanan di mobile broadband connection, pilih connection information. Nah catat deh IP DNSnya.
Simpan configurasi dengan menekan control X kemudan tekan Y.
Kemudian restart service DHCP Server, ketik :
$ sudo /etc/init.d/dhcp3-server start
* Starting DHCP server dhcpd3 [ OK ]
Nah, sudah terlihat OK dan tidak ada pesan [fail].
Berarti DHCP Server kita sukses berjalan. Tinggal setting client ke enabling rooming mode utk mendapatkan IP automatic dari DHCP Server. Setelah itu coba deh browsing. Olala, berhasil, we did it.
Kesimpulan :
Kali ini pengguna Ubuntu 9.04 kali ini dimanjakan dengan support yang baik untuk modem Sierra 885 dan Operator Seluler Telkomsel. Jadi benar2 mudah dan nyaman settingnya sehingga pengguna Ubuntu makin powerfull dengan sistem operasinya. Dipadukan dengan fungsi router maka PC kita bisa menjadi server internet yang handal.
Selamat mencoba dan salam Linux.

sumber :http://linux.or.id/node/3214
tanggal 09 januari 2011

Sabtu, 08 Januari 2011

Tentang linux

Tahukah anda, bahwa Linux itu adalah mahluk yang dapat hidup di dua alam? yang pertama adalah alam "Text" dan yang kedua adalah alam "Grafik/GUI".
Linux zaman sekarang telah banyak "ber-evolusi", keberadaannya sekarang telah membuktikan bahwa Linux adalah mahluk yang paling dapat beradaptasi. Pada zaman dahulu kala, Linux itu adalah mahluk yang hanya hidup di alam text saja, dan hanya orang tertentu saja yang dapat memelihara Linux, mereka adalah kaum Wizard dan para Hacker. Yang hanya bermodalkan gcc, bash, emacs, dan tool-tool lain dari GNU, Linux pun lahir kedunia yang fana ini, sangat liar dan hanya dapat dikuasai oleh orang-orang tertentu saja.
Tapi sekarang, KDE pun muncul dalam Linux, juga Gnome, BlackBox, Enlightenment, IceWM, XFCE, WindowMaker dan lingkungan desktop yang lain yang memiliki keindahan dan kemudahan tersendiri bagi pemakainya yang masih dikatakan awam.
Namun tak bisa dipungkiri lagi, kekuatan Linux masih berada dialam text atau konsole atau tty atau terminal, dimana setiap penggunanya selalu mengetikan mantra-mantranya lewat kombinasi perintah-perintah dan script-script atau berupa kode-kode yang menjadikan Linux bisa melakukan banyak hal hanya dalam satu eksekusi.
Bagi pengguna yang baru mengenal Linux, masih bisa dimaklumi bahwa penggunaan grafik dalam Linux adalah hal yang menyenangkan selain penggunaannya yang mudah juga sangat flexsibel, semuanya bisa diatur sesuai dengan selera pengguna. Setiap pengembang-pengembang Linux berupaya memperkenalkan kepada pengguna yang masih berada dalam candu Microsoft untuk bisa mengenal Linux lebih jauh lagi dengan menunjukan bahwa Linux itu mudah, tinggal klik sini klik sana maka semua selesai, tidak berbeda jauh dengan kebiasaan mereka ketika mereka masih hidup di alam Microsoft yang indah dan serba mudah, namun dalam kesehariannya mereka tak pernah lepas dari berbagai masalah.
Linux itu sangat powerfull. Bagi pengguna expert atau Linux Wizard atau para Hacker Linux, mode text selalu menjadi pilihan utama mereka dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mereka menyusun mantra-mantra ajaib dalam terminal mereka, mereka hanya melakukan satu kali eksekusi untuk menyelesaikan beberapa masalah yang mereka hadapi. Perintah-perintah Linux yang mereka susun bukanlah perintah sembarangan, beberapa kali ketik sekali enter, maka komputer sasaran pun akan "meledak". Keunggulan Linux yang berupa kombinasi perintah-perintah tersebut, telah dimanfaatkan oleh para hacker-hacker legendaris dunia semenjak dahulu kala jauh sebelum Linux itu lahir, yaitu sejak jamannya UNIX-Time sharing, nenek moyangnya Linux di tahun 70-an dan tahun 80-an.
Kita sekarangpun bisa bergaya seperti mereka, berpura-pura jadi expert atau menjadi sang ahli dengan membiasakan diri berada di alam kegelapan, yaitu dengan meninggalkan mode grafik dan mulai menggunakan mode text yang indah, tekan "ctrl+alt+F1" maka kita akan berada pada zaman tahun 70-an, dimana semua legendaris komputer dunia mengalami masa-masa kejayaannya dengan menjadi raja dialam jaringan dunia maya.
Grafik/GUI dalam Linux pun tidak menjadi masalah, selagi kita selalu menggunakan xterm (terminal) atau konsole (KDE) atau rxvt atau apapun itu namanya guna membiasakan diri tetap hidup dialam text. Biar terlihat keren, gunakan Blackbox atau Fluxbox atau WindowMaker atau Enlightenment, jangan gunakan KDE atau Gnome. Biar terlihat indah, gunakan "wterm -tr -sh -fg white -bg red -sl 1500 -fn lucida10" sebagai terminal mainan anda, dalam WindowMaker atau pun Blackbox. Biasakan diri menggunakan "vi" atau Emacs sebagai editor anda sehari-hari, jangan menggunakan "Edit+", itu tidak cool. Hafalkan perintah-perintah Linux, system call juga bahasa pemrograman yang sangat powerfull seperti C, Perl, Shell Scripting, Java, Python dan lain-lain. Berlatihlah menggunakan Stream Editor seperti sed atau ed atau awk, dengan stream editor kita dapat mengedit file tanpa harus membuka file tersebut. perhatikan perintah dibawah ini:
[root@linux]#for data in `find /var -type f`; do cat $data | sed 's/192.168.1.130/\
>192.168.1.150/g' > $data.bak ; mv $data.bak $data ; done
perintah ini akan mencari semua file-file reguler dalam folder /var, dan jika file tersebut mengandung no IP address 192.168.1.130 didalamnya maka akan dirubah menjadi 192.168.1.150. Ini digunakan untuk menghilangkan jejak dari para hacker yang telah masuk kedalam sistem komputer sasaran.
(Tidak ada yang ajaib dari perintah diatas, ini dikarenakan penulis sendiri masih muda dalam urusan pengalaman)
Begitu mudahnya melakukan banyak hal hanya dalam satu eksekusi. Perintah diatas menginstruksikan untuk mencari file-file dalam folder /var yang mungkin jumlahnya sampai ratusan atau bahkan ribuan file, dan kemudian merubah string yang ada dalam file-file yang telah ditemukan tanpa kita harus membuka file tersebut satu persatu, jika file itu jumlahnya mencapai ratusan file atau bahkan ribuan, bayangkan jika kita harus mengeditnya satu persatu hanya untuk merubah file log kita didalam sistem, dikarenakan rasa takut kita akan tertangkap basah oleh sang administrator.
Linux mempermudah semuanya. Jika kita pandai mencari sumber-sumber pengetahuan diinternet mengenai Linux, maka kita lambat laun akan menguasainya, dan menjadikan linux sebagai senjata kita dalam menghadapi persaingan di dunia teknologi informasi yang semakin memanas di tanah air kita dan di seluruh dunia, kenapa? karena kita telah menguasai tool-tool yang menjadi andalan para hacker-hacker dunia yang telah menjadi legenda selama beberapa dekade di alam digital.
Kesulitan dalam menggunakan Linux adalah awal mula proses pembelajaran kita dalam menguasai apa yang menjadi sejarah besar didunia teknologi informasi, yaitu sistem operasi GNU/Linux. Jadi jangan pernah menyerah dalam mencari tahu, karena hacker itu adalah orang yang penuh dengan rasa ingin tahu dan ingin belajar, tanpa perduli dengan apa yang akan terjadi akibat dari rasa ingin tahunya itu dan tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Jadi tidak usah malu-malu untuk mencari tahu, justru sebaliknya, kita harus merasa bangga, karena kita sedang mempelajari apa yang sedang menjadi topik hangat didunia teknologi informasi saat ini, terutama yang berhubungan dengan keamanan, stabilitas dan juga kemampuan.
Jadi intinya adalah, kita belajar Linux adalah tidak untuk mempersulit diri sendiri, tetapi kita sedang melakukan perbaikan kita dalam mempelajari logika-logika dalam dunia komputer pada umumnya. Dengan mengenal Linux kita jadi tahu bahwa suatu program bisa berjalan karena ada kernel, kita juga bisa tahu apa yang membuat sistem operasi berjalan, kita tahu analogi-analogi pemrograman dan juga konsep-konsep dasarnya. Karena "Linux diciptakan hacker untuk hacker".(Linus Torvalds)

sumber :http://linux.or.id/node/54
tanggal 09 januari 2011